News_archive

Malaysia Selangkah di Depan

By Wednesday November 5th, 2008 No Comments

Terpilihnya Wakil Perdana Menteri Malaysia Najib Razak sebagai Ketua Organisasi Nasional Melayu Bersatu menandai awal alih generasi di negeri jiran itu.

Dengan terpilihnya Najib sebagai Ketua UMNO, terbukalah peluang yang lebih lebar baginya untuk menduduki jabatan perdana menteri. Sejak merdeka dari Inggris awal tahun 1957, PM Malaysia selalu berasal dari pimpinan UMNO yang merupakan partai mayoritas dari koalisi 13 partai yang multietnis.

Kita katakan ”terbuka peluang yang lebih besar” karena, menurut pengalaman, seorang wakil perdana menteri tidak otomatis menjadi perdana menteri. PM Abdullah Ahmad Badawi memang sudah menyatakan akan meletakkan jabatan pada bulan Maret 2009 dan menunjuk Najib sebagai penerusnya.

Akan tetapi, pada zaman PM Mahathir Mohamad, bahkan waktu itu Anwar Ibrahim yang berulang kali disebut-sebut sebagai putra mahkota terlempar dari panggung politik. Mahathir, selama 22 tahun menjadi perdana menteri, memiliki empat wakil perdana menteri. Mereka adalah Datuk Musa Hitam, Ghafar Baba, Anwar Ibrahim, dan terakhir yang kemudian menjadi perdana menteri, yakni Abdullah Ahmad Badawi.

Politik memang serba kemungkinan. Segala kemungkinan bisa terjadi di politik. Terlepas dari semua ”seni kemungkinan” itu, terpilihnya Najib sebagai pemimpin UMNO bisa dibaca sebagai pertanda terjadinya alih generasi. Najib adalah generasi yang lahir setelah perang, PD II. Ia lahir tanggal 23 Juli 1953. Lima perdana menteri sebelumnya adalah para generasi awal.

Bisa dikatakan dalam tubuh Najib mengalir ”darah biru” pemimpin negeri itu. Ayahnya, Abdul Razak, adalah perdana menteri kedua (1970-1978) dan pamannya, Tun Hussein Onn, perdana menteri ketiga (1976-1981).

Dunia politik sudah ia geluti sejak berusia 22 tahun, dengan menjadi anggota parlemen. Berbagai jabatan pernah dipegangnya, antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Pertahanan, dan Menteri Keuangan.

Semula diperkirakan Badawi akan memegang dua masa jabatan, tetapi ketidakpuasan kalangan UMNO terhadap kinerjanya telah mempercepat langkah Najib.

Namun, terlepas dari semua itu, keberanian dan kebulatan tekad UMNO memilih Najib pantas menjadi perhatian kita. UMNO sebagai partai terbesar di Malaysia lebih memandang jauh ke depan dan mempertimbangkan tuntutan zaman.

Harus diakui, Malaysia selangkah lebih maju dibandingkan dengan kita. Mereka berani memilih generasi penerus untuk memimpin. Yang tua tahu diri. Ini saatnya kaum muda maju ke depan memimpin bangsanya.

Sumber : Kompas

Leave a Reply